"Guru tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode ceramah, melainkan harus mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) serta memperbarui materi, seperti membuat video interaktif atau menguasai pemanfaatan Lumi,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), membuat video interaktif, serta menggunakan aplikasi Lumi untuk mengembangkan konten pembelajaran digital.
Melalui penguasaan berbagai perangkat tersebut, guru diharapkan dapat menghadirkan materi ajar yang lebih variatif, interaktif, dan menarik bagi peserta didik.
Junaidi menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang mendorong terciptanya proses belajar yang bermakna, mendalam, dan menyenangkan.
Dengan demikian, digitalisasi pembelajaran diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Barat, Supriyanto, S.Pd., M.T., serta akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Novriyon, M.Pd.Melalui pelaksanaan Bimtek ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang berharap para guru SMP dapat semakin siap menghadapi perkembangan teknologi pendidikan serta mengembangkan konten digital yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kompetensi tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan tuntutan zaman.(*)
Editor : Veby Rikiyanto