Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan serta elemen terkait agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan secara terpadu.
"Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan pengendalian dan penanganan secara terpadu, dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta seluruh elemen terkait. Kita harus bergerak bersama agar penanganan dan pemulihan dapat berjalan berkesinambungan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan, pembangunan Jalan Lingkar Limau Manis memiliki panjang sekitar 4 kilometer dengan alokasi anggaran kurang lebih Rp8 miliar.
Hingga saat ini, progres pengerjaannya telah mencapai 54 persen.
Pekerjaan tersebut juga mencakup pembangunan dinding penahan tebing atau turap untuk menjaga kestabilan badan jalan.
Menurut Malvi, jalan tersebut nantinya menjadi salah satu akses alternatif untuk mengurai kemacetan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat menuju kawasan Universitas Andalas dan rumah sakit.
"Jalan ini merupakan salah satu akses alternatif untuk mengurai kemacetan. Selain itu, terdapat permintaan dari pihak Universitas Andalas agar akses jalan tersebut dapat diperbaiki, sehingga dapat mendukung mobilitas masyarakat, khususnya warga yang menuju rumah sakit," jelasnya.Selanjutnya, penanganan infrastruktur di kawasan Batu Busuk meliputi perbaikan akses jalan dari Simpang Batu Busuk menuju jembatan sepanjang kurang lebih 600 meter, penanganan oprit jembatan, pembangunan turap, serta pembangunan akses jalan sekitar 120 meter.
Pekerjaan juga mencakup penanganan jalan di kawasan Kampung Tanjung dengan total panjang penanganan mencapai sekitar 1,8 kilometer.
Di kawasan Huntap Sungkai, Dinas PUPR melaksanakan betonisasi jalan sepanjang kurang lebih 850 meter.
Editor : Veby Rikiyanto