Dinas Pertanian Padang Siapkan Rehabilitasi Ulang Sawah Terdampak Banjir

×

Dinas Pertanian Padang Siapkan Rehabilitasi Ulang Sawah Terdampak Banjir

Bagikan berita
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani (*)
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani (*)
PADANG, Menara Info – Dinas Pertanian Kota Padang menyiapkan langkah rehabilitasi ulang terhadap lahan persawahan yang kembali tertimbun material sedimen akibat banjir pada September dan Oktober 2026.

Untuk mempercepat pemulihan, Dinas Pertanian tidak hanya melakukan koordinasi lintas instansi, tetapi juga kembali mengusulkan dukungan anggaran kepada Kementerian Pertanian untuk pelaksanaan rehabilitasi pada 2027.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, Selasa (3/11/2026), mengatakan rehabilitasi ulang diperlukan karena sejumlah lahan pertanian yang sebelumnya telah dipulihkan pascabencana galodo dan banjir besar akhir 2025 kembali tertimbun material banjir.

Dinas Pertanian mencatat, lahan pertanian yang kembali membutuhkan penanganan mencapai 30,5 hektare.

Sebelumnya, sebanyak 102 hektare lahan pertanian terdampak bencana pada akhir 2025 telah direhabilitasi dan sebagian sudah kembali diolah serta ditanami petani.

Dalam mempersiapkan rehabilitasi lanjutan, Dinas Pertanian terus menjalin koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terutama terkait pengerjaan rehabilitasi sungai dan intake saluran air menuju kawasan persawahan.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pembenahan infrastruktur pendukung dapat berjalan selaras dengan rencana rehabilitasi fisik lahan.

Dengan demikian, penanganan sawah tidak dilakukan secara terpisah dari pembenahan sistem aliran air di kawasan pertanian.

"Kita menunggu pengerjaan PUPR selesai dulu, baru nanti lahan-lahan sawah yang tertimbun ini akan kita lakukan lagi rehabilitasi," ujar Yoice.

Selain koordinasi teknis, Dinas Pertanian juga telah mengusulkan kembali anggaran kepada Kementerian Pertanian agar rehabilitasi lahan sawah yang tertimbun material banjir dapat dialokasikan pada 2027.

Editor : Veby Rikiyanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini