“Ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan memastikan setiap program berjalan efektif di lapangan,” imbuhnya.
Dalam konteks isu kesehatan, Arry turut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi anak usia sekolah, seperti karies gigi, kurang aktivitas fisik, obesitas, anemia, hingga stunting.
Selain itu, persoalan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, serta dampak penggunaan gawai dan perundungan juga menjadi perhatian serius.
Sebagai respons, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong inovasi program promotif dan preventif, salah satunya melalui program TALK GME yang diinisiasi RSJ HB Saanin untuk meningkatkan literasi dan deteksi dini kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Program tersebut telah diimplementasikan di sejumlah sekolah binaan UKS/M dan akan terus diperluas melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, Arry juga menyoroti capaian UKS/M di Sumbar yang masih perlu ditingkatkan. Dari total 8.524 satuan pendidikan, baru sebagian yang mencapai strata paripurna, sehingga diperlukan upaya pembinaan yang lebih sistematis dan berjenjang.Melalui Rakerda ini, Pemprov Sumbar menargetkan lahirnya langkah-langkah strategis, termasuk optimalisasi Gerakan Sekolah Sehat yang mencakup lima fokus utama: sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan UKS/M dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan generasi muda Sumbar yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Direktur RSJ HB Saanin Padang, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumbar, serta Tim Pembina dan Tim Pelaksana UKS/M dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. (*)
Editor : Al Mangindo