Yassierli menegaskan, ahwa Kemnaker melalui BBPVP Medan dan Aceh juga menyiapkan dukungan pemulihan jangka menengah dan panjang melalui pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pascabencana.
Kemudian, peningkatan keterampilan kerja dan kewirausahaan, serta penguatan produktivitas agar masyarakat kembali mandiri secara ekonomi.
Ia menekankan bahwa pemulihan tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi harus berlanjut hingga masyarakat benar-benar pulih dan berdaya.
“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat. Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan,” tegasnya.Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan —pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat— untuk terus bersinergi mempercepat pemulihan dan penguatan SDM di Sumatera Utara dan Aceh. (*)
Editor : Al Mangindo