Melalui Festival Literasi 2026, Pemko Padang Dorong Kenaikan Indeks Literasi dan Akreditasi Perpustakaan

×

Melalui Festival Literasi 2026, Pemko Padang Dorong Kenaikan Indeks Literasi dan Akreditasi Perpustakaan

Bagikan berita
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang, Heriza Syafani (VR)
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang, Heriza Syafani (VR)

PADANG, Menara Info — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang menggelar Festival Literasi 2026 sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Kegiatan ini berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Gedung Youth Center dan Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang, dengan melibatkan kolaborasi bersama Gramedia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, mengatakan festival ini menjadi langkah awal dalam menjawab tantangan rendahnya tingkat literasi di daerah.

“Ini hasil kerja sama dan kolaborasi dengan Gramedia Kota Padang untuk menindaklanjuti masih rendahnya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat kita, sekaligus upaya meningkatkan akreditasi Perpustakaan Umum Kota Padang,” ujarnya di ruang kerjanya, Jumat (24/3/2026).

Ia menjelaskan, festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari bazar buku dengan potongan harga hingga 70 persen, bedah buku, workshop menulis, hingga pertunjukan literasi.

Kegiatan Bazar Buku yang Dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang Bekerjasama dengan Gramedia, Jumat (24/4/2026)
Kegiatan Bazar Buku yang Dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang Bekerjasama dengan Gramedia, Jumat (24/4/2026)

Menurutnya, kegiatan bedah buku tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, tetapi juga mendorong lahirnya penulis baru di Kota Padang.

“Kita memfasilitasi penulis yang belum memiliki legalitas, mulai dari proses bedah buku, pencetakan sampel, hingga pengurusan International Standard Book Number (ISBN) ke Perpustakaan Nasional,” katanya.

Dalam pelaksanaan festival ini, Dispusip Kota Padang menyediakan kuota fasilitasi bagi enam penulis untuk mendapatkan ISBN.

Proses tersebut mencakup tahapan penulisan, bedah buku, hingga penerbitan resmi.

Heriza mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kota Padang pada 2025 berada di angka 18 poin, turun dari target yang ditetapkan sebesar 34 poin.

Editor : Veby Rikiyanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini