JAKARTA (20/4/2026) – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mencatat, per tanggal 27 April, penyaluran dana tunggu hunian (DTH) di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi, telah menjangkau 19.023 penerima.
“Untuk Aceh sudah diterima sebanyak 12.951 penerima, di Sumatera Utara 4.168 penerima dan di Sumatera Barat 1.904 penerima,” ungkap Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, Senin.
DTH bagi bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diberikan kepada penyintas yang tidak tinggal di hunian sementara dan sedang menunggu pembangunan hunian tetap.
Besaran bantuan yang diberikan mencapai Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga setiap kepala keluarga menerima total Rp1,8 juta.
Dia mengatakan, penyaluran DTH akan disesuaikan dengan durasi pembangunan hunian tetap (huntap) yang diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat bulan. Karena itu, bantuan dapat diperpanjang jika pembangunan huntap belum rampung.
“Kalau nanti huntapnya belum jadi, dikasih lagi per tiga bulan ke depan. Jadi per tiga bulan sampai huntapnya selesai,” kata Tito saat meninjau huntara di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Senin.Di sisi lain, progres pembangunan hunian tetap terus menunjukkan peningkatan. Hingga 27 April, sebanyak 241 unit huntap telah rampung dibangun dari total rencana 39.171 unit, sementara 1.668 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.
Di Aceh, sebanyak 104 unit huntap telah selesai dari rencana 29.026 unit, dengan 820 unit masih dalam pembangunan.
Di Sumatera Utara, 120 unit telah rampung dari target 7.321 unit, dengan 407 unit masih berproses. Sementara di Sumatera Barat, 17 unit telah selesai dari total rencana 2.824 unit, dengan 441 unit masih dalam tahap pembangunan.
Selain mempercepat pembangunan huntap, pemerintah juga terus membangun hunian sementara (huntara) guna menjamin kebutuhan tempat tinggal layak bagi penyintas.
Editor : Al Mangindo