PADANG, Menara Info– Upaya mengoptimalkan potensi kognitif anak dinilai perlu dimulai jauh sebelum anak dilahirkan.
Berangkat dari gagasan tersebut, dr. Ulya Uti Fasrini, M.Biomed mengembangkan model berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu memprediksi faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas kognitif anak sejak masa pra-konsepsi hingga usia sekolah.
Penelitian itu mengantarkannya meraih gelar Doktor pada Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Doktor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Dalam sidang promosi doktor Ulya berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Model Prediksi Skala Penuh Intelligence Quotient Anak Usia 6–8 Tahun pada Lima Kota/Kabupaten di Sumatra Barat" dan dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Ia sekaligus menjadi Doktor ke-123 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.
Disertasi tersebut menawarkan pendekatan baru dalam penelitian perkembangan anak.Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya menilai faktor-faktor secara terpisah atau berfokus pada deteksi gangguan tumbuh kembang setelah masalah muncul, penelitian ini mengintegrasikan kondisi biologis ibu, status gizi, kualitas pengasuhan, pertumbuhan anak, hingga lingkungan keluarga dalam satu model prediktif berbasis Machine Learning.
Penelitian dilakukan secara longitudinal terhadap 120 pasangan ibu dan anak di lima kota/kabupaten di Sumatra Barat.
Menggunakan algoritma Ridge Regression, model yang dikembangkan mampu menjelaskan sekitar 57,82 persen variasi kapasitas kognitif anak (Full Scale Intelligence Quotient/FSIQ).
Melalui pendekatan Explainable Artificial Intelligence (SHAP), model tersebut juga mampu menunjukkan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan kognitif setiap anak secara transparan.
Editor : Veby Rikiyanto