JAKARTA (3/5/2025) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara alokasikan hibah antar daerah untuk percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Hibah ini bersumber dari pengembalian Transfer ke Daerah (TKD).
Sebanyak 12 pemerintah daerah di Sumatera Barat, turut memberikan hibah untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak di Aceh.
Kontribusi ini menyusul langkah sebelumnya dari 8 pemerintah daerah di Sumatera Utara yang lebih dulu menyalurkan dukungan serupa.
“Mekanisme hibah antar daerah ini merupakan bentuk nyata gotong royong nasional dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak,” ungkap Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian dalam pernyataan tertulis yang diterima.
Total hibah yang terkumpul dari pemerintah daerah di Sumatera Barat mencapai Rp27 miliar. Dukungan ini berasal dari berbagai daerah, termasuk Kota Padang sebesar Rp5 miliar, Kota Payakumbuh dan Kota Padang Panjang masing-masing Rp3 miliar, serta sejumlah kabupaten/kota lainnya dengan kontribusi bervariasi antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.
Sebelumnya, dari Sumatera Utara, total hibah antar daerah yang dihimpun mencapai Rp260 miliar.Dengan demikian, total hibah yang berhasil dihimpun dari kedua provinsi tersebut mencapai Rp287 miliar, yang akan disalurkan secara langsung kepada daerah-daerah di Aceh yang masih mengalami dampak berat bencana hidrometeorologi.
”Kami hanya menghubungkan hibah antar daerah, sehingga bantuan ini bisa langsung dirasakan. Mekanisme kami kawal, dari rekening ke rekening, agar tepat sasaran dan cepat dimanfaatkan oleh daerah yang membutuhkan,” terang Tito dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi di Palembang, Sumatera Selatan, akhir pekan lalu.
Ia mengungkapkan, pemerintah pusat sebelumnya mengalokasikan dan mengembalikan TKD dengan nilai mencapai Rp10,6 triliun untuk mendukung pemulihan di tiga provinsi terdampak.
Skema ini memberikan ruang fiskal bagi daerah yang relatif lebih ringan terdampaknya untuk membantu daerah dengan kondisi pemulihan yang lebih berat.
Editor : Al Mangindo