Prevalensi Narkoba Naik Tajam, Sumbar Sudah jadi Produsen Narkoba, Tak Lagi Lokasi Transit

×

Prevalensi Narkoba Naik Tajam, Sumbar Sudah jadi Produsen Narkoba, Tak Lagi Lokasi Transit

Bagikan berita
Gubernur Sumbar, Mahyeldi sampaikan pandangannya terkait Narkoba, LGBT dan penyakit masyarakat lainnya, pada agenda FGD yang digelar Pemprov di istana gubernuran, Selasa. (humas)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi sampaikan pandangannya terkait Narkoba, LGBT dan penyakit masyarakat lainnya, pada agenda FGD yang digelar Pemprov di istana gubernuran, Selasa. (humas)

PADANG (4/8/2026) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengungkapkan, Sumbar tidak lagi hanya jadi jalur peredaran narkotika, tetapi mulai menunjukkan indikasi sebagai lokasi produksi.

“Informasi yang kami terima dari BNNP, ada indikasi narkoba juga diproduksi di daerah ini. Artinya persoalannya jauh lebih serius dan harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Mahyeldi.

Hal itu disampaikannya, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan aparat penegak hukum di Istana Gubernur, Selasa.

Pertemuan tersebut digelar untuk memperkuat langkah terpadu menghadapi berbagai persoalan sosial, mulai dari penyalahgunaan narkotika, LGBT, hingga isu-isu sosial lain yang memerlukan penanganan lintas sektor.

Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup mengandalkan penegakan hukum semata. Upaya pencegahan harus diperkuat melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, dimulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintahan nagari.

Sebagai langkah pencegahan, Pemprov Sumbar telah menginstruksikan Dinas Pendidikan agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas pihak luar yang masuk ke lingkungan sekolah.

Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah berbagai bentuk perekrutan maupun penyalahgunaan yang menyasar pelajar.

“Kita ingin semua sekolah benar-benar terlindungi. Siapa yang masuk ke sekolah harus diketahui dengan jelas. Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin agar generasi muda kita tidak menjadi sasaran berbagai pengaruh negatif,” katanya.

Mahyeldi juga menegaskan pentingnya mengoptimalkan peran pemerintahan nagari dan lembaga adat sebagai garda terdepan dalam mendeteksi berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi daring, hingga persoalan sosial lainnya.

“Nagari harus menjadi benteng pertama. Dengan deteksi sejak dini, agar berbagai persoalan dapat segera ditangani secara cepat, tepat, dan melibatkan seluruh unsur yang berwenang,” ujarnya.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini