PADANG (10/5/2026) - Fenomena kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, telah menggejala kehampir seluruh pelosok negeri.
Pada daerah terdampak bencana di Sumatera, kekosogan solar bersubsidi ini makin memperparah keadaan.
Khusus untuk Sumatera Barat, selain harus antri dalam waktu lama, truk yang dipakai untuk penyaluran pupuk bersubsidi, juga harus melalui jalan memutar.
Ini terjadi karena adanya pembatasan kendaraan yang melewati lokasi perbaikan jalan nasional di Lembah Anai yang rusak berat akibat diterjang banjir di akhir November 2025 lalu.
"Angkutan distribusi pupuk subsidi, layak diperlakukan setara truk tangki Pertamina yang membawa BBM saat melintas di jalan raya terdampak bencana, seiring maraknya kejadian antrian di SPBU selang waktu terakhir," ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman di Padang, Ahad.
Diketahui, ruas jalan Lembah Anai ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Padang sebagai ibukota provinsi dengan kabupaten/kota yang ada di bagian utara di Sumatera Barat, termasuk dengan provinsi tetangga, Riau dan Sumut.Saat ini, diterapkan pembatasan karena pekerjaan perbaikan yang terus dikebut pemerintah.
Dijelaskan Alex, perlakuan khusus ini juga sekaligus untuk mendukung implementasi Permentan No 15 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Pupuk Bersubsidi (penetapan, pengadaan, penyaluran dan pengawasan).
Beleid terbaru ini telah memangkas jalur distribusi, dari gudang pelaku usaha distribusi (PUD) di Lini 2, langsung ke Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang berada di Lini 4.
“Secara regulasi, mekanisme pendistribusian pupuk subsidi telah dipangkas. Kini muncul tantangan baru, ketiadaan solar subsidi, " ungkap Alex.
Editor : MI-1