Bencana Ganda di Sumbar: Jalan Rusak & Solar Langka, Ganggu Distribusi Pupuk ke Lini 4

×

Bencana Ganda di Sumbar: Jalan Rusak & Solar Langka, Ganggu Distribusi Pupuk ke Lini 4

Bagikan berita
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman berdialog dengan pimpinan PT Pupuk Indonesia dan para distributor, di Padang, Sabtu. (humas)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman berdialog dengan pimpinan PT Pupuk Indonesia dan para distributor, di Padang, Sabtu. (humas)

Sementara, lini distribusi dibagi jadi Lini 1 (Produsen): Gudang di pabrik pupuk (produsen) atau pelabuhan. Di sini pupuk diproduksi dan disiapkan untuk didistribusikan. Lini 2 (Pusat Distribusi): Gudang di tingkat provinsi atau pusat gudang lini II (produsen).

Lini 3 (Distributor/Penyalur): Gudang di tingkat kabupaten/kota atau distributor yang ditunjuk. Lini 4 (Kios Pengecer): Kios pengecer resmi di tingkat kecamatan atau desa. Ini adalah titik akhir distribusi di mana petani menebus pupuk bersubsidi secara langsung.

Sebagai informasi di tahun 2026, pemerintah telah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi nasional sebesar 9,8 juta ton, dimana 9,5 juta ton dialokasikan untuk sektor pertanian, dan sisanya untuk sektor perikanan

Adapun alokasi khusus pertanian terdiri dari Urea 4,4 juta ton, NPK Phonska 4,47 juta ton, NPK Kakao 81 ribu ton, pupuk organik 558 ribu ton, dan ZA 16,4 ribu ton. (*)

Editor : MI-1
Bagikan

Berita Terkait
Terkini