PASBAR (20/5/2026) - Asisten Administrasi Umum Setda Pasbar, Harlina Syahputri menilai, keberadaan sebuah festival budaya dan ekonomi kreatif akan jadi momentum untuk mengenalkan adat dan budaya pada generasi muda.
Terlebih, terang dia, Pasaman Barat memiliki keberagaman etnis seperti Minangkabau, Mandailing dan Jawa, serta latar belakang agama yang beragam.
“Festival budaya dan ekonomi kreatif seperti ini sangat dinantikan masyarakat. Selain menjadi ruang hiburan dan promosi budaya, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan masyarakat Pasaman Barat yang majemuk,” ujar Harlina.
Hal itu disampaikannya, saat rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dalam rangka mematangkan persiapan Semarak Pasa Ekraf, Rang Mudo Kreatif Festival dan Festival Padusi Gandang Lasuang yang akan digelar di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Juni 2026.
Kesiapan pelaksanaan kegiatan dimatangkan melalui rapat koordinasi di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu.
Rapat dihadiri Dinas Pariwisata Sumbar, Dinas Pariwisata Pasbar, Kodim, Polres Pasbar, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, DLH, Satpol PP, unsur pemuda serta instansi terkait lainnya.Kegiatan ini diprakarsai dan didanai melalui pokok pikiran anggota DPRD Sumatera Barat asal Pasaman Barat, Zulkenedi Said dan Ade Putra.
Festival bertujuan mendorong penguatan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya daerah.
Mewakili Bupati Pasaman Barat, Harlina menegaskan, penyelenggaraan festival ini tak sanggup digelar Pemkab di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi belanja pemerintah.
Karena itu, berkat sinergi lintas sektor festival bisa digelar. Untuk itu, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses dibutuhkan sinergisitas.
Editor : Al Mangindo