Bupati Yulianto: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa Hadapi Disrupsi Teknologi dan Dinamika Geopolitik Global

×

Bupati Yulianto: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa Hadapi Disrupsi Teknologi dan Dinamika Geopolitik Global

Bagikan berita
Bupati Pasaman Barat, Yulianto jadi inspektur upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman kantor bupati, Senin. (robi irwan)
Bupati Pasaman Barat, Yulianto jadi inspektur upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman kantor bupati, Senin. (robi irwan)

PASBAR (1/6/2026) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman kantor bupati, Senin.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, organisasi wanita, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dalam amanatnya, Yulianto menegaskan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menguatkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Yulianto.

Ia menjelaskan, tema Hari Lahir Pancasila 2026, Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, menegaskan relevansi Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Menurut Yulianto, Pancasila menjadi bintang penuntun bangsa menghadapi ketidakpastian global, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik.

“Di tengah keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia mampu berdiri kokoh dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila menjadi jangkar moral yang mempersatukan sekaligus membimbing bangsa menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Ia juga menegaskan Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional menjaga ketertiban dunia sesuai Pembukaan UUD 1945.

Nilai musyawarah, mufakat, dan kemanusiaan menjadi landasan diplomasi luar negeri yang bebas aktif.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini