1.709 Alat Berat Dikerahkan Kementerian PU ke 3 Provinsi -- Ini Lokasi Prioritas Pemulihan Bencana Sumatera

×

1.709 Alat Berat Dikerahkan Kementerian PU ke 3 Provinsi -- Ini Lokasi Prioritas Pemulihan Bencana Sumatera

Bagikan berita
Deretan alat berat berbagai fungsi dan kegunaan, bersiap untuk bertugas di daerah bencana Pulau Sumatera. (humas)
Deretan alat berat berbagai fungsi dan kegunaan, bersiap untuk bertugas di daerah bencana Pulau Sumatera. (humas)

JAKARTA (3/6/2026) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, telah memobilisasi 1.709 unit alat berat di Pulau Sumatera, didukung tambahan armada dari BUMN Karya untuk mempercepat penanganan darurat, pemulihan konektivitas, distribusi logistik, hingga perbaikan infrastruktur dasar masyarakat.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan, seluruh sumber daya terus dioptimalkan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali beraktivitas normal.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” ujar Dodi Hanggodo.

Hal itu disampaikannya, mengabarkan ribuan alat berat terus bekerja tanpa henti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.

Dari membersihkan longsoran, membuka jalan yang terputus, menormalisasi sungai, hingga memulihkan permukiman warga, alat-alat tersebut menjadi salah satu tulang punggung pemulihan yang dikoordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.

Dukungan alat berat tersebut tersebar di berbagai wilayah terdampak, mulai dari Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang di Aceh, ruas Tarutung-Sibolga di Sumatera Utara, hingga kawasan terdampak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Penguatan penanganan tidak hanya datang dari kementerian teknis. Kepolisian RI juga mengerahkan sedikitnya 86 unit alat berat dan 18 dump truck di berbagai titik terdampak.

Di Aceh, alat berat bekerja membuka desa yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur, hingga memperkuat tanggul sungai.

Sementara di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, alat berat difokuskan untuk membuka kembali jalur distribusi, membersihkan kawasan padat penduduk, serta memulihkan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak.

Kolaborasi pemulihan juga melibatkan BUMN konstruksi dan sektor swasta. Dukungan alat berat berasal dari Brantas Abipraya, Wijaya Karya, hingga Komatsu yang turut mendistribusikan ekskavator ke wilayah Sumatera.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini