8 Pengcab Ikuti Musprov Squash di Padang, KONI Sumbar Dorong Pembinaan Usia Dini & Sekolah

×

8 Pengcab Ikuti Musprov Squash di Padang, KONI Sumbar Dorong Pembinaan Usia Dini & Sekolah

Bagikan berita
Ketua KONI Sumbar,  Hamdanus foto bersama jajaran pengurus Squash Sumatera Barat usai pembukaan Musprov I yang digelar di Padang, Senin. (mangindo kayo)
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus foto bersama jajaran pengurus Squash Sumatera Barat usai pembukaan Musprov I yang digelar di Padang, Senin. (mangindo kayo)

PADANG (8/6/2026) - Ketua KONI Sumtera Barat, Hamdanus berharap, cabang olahraga (Cabor) Squash jadi olah raga yang dipertandingkan pada event resmi di daerah. Baik di ajang Porkota maupun Porprov.

“Pada ajang PON PON XVIII di Pekanbaru, Riau, sebanyak 4 orang atlet Squash Sumbar ikut berlaga. Kisah sukses mengirim atlet ke arena PON ini, merupakan modal besar bagi Cabor Squash untuk bisa lebih berkembang di tengah masyarakat,” ungkap Hamdanus.

Hal itu disampaikannya, saat membuka musyawarah provinsi (Musprov) I Squash Indonesia tingkat Provinsi Sumbar di Hotel Pangeran City, Senin.

Secara teknis, ungkap Hamdanus, Cabor Squash mungkin tidak seberuntung Cabor lain, yang telah memiliki sarana dan prasarana lengkap untuk pembinaan atletnya.

Namun, tegas Hamdanus, keberadaan sebuah organisasi olahraga harus tetap mampu melahirkan prestasi yang terukur, bukan hanya sekadar wadah administratif.

“Squash Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk terus berkembang, jika seluruh elemen mampu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan professional,” terang dia.

Dalam sambutannya, Hamdanus mengingatkan, agar arena Musprov tak sekadar dipandang sebagai agenda memilih ketua atau menyusun kepengurusan baru.

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita merancang masa depan squash Sumatera Barat. Organisasi olahraga harus melahirkan program, pembinaan dan prestasi. Jangan sampai organisasi hanya aktif saat ada kegiatan seremonial,” tegas Hamdanus.

Ia mengatakan, KONI Sumatera Barat saat ini mendorong seluruh cabang olahraga untuk mengedepankan tata kelola yang modern, transparan dan berorientasi pada prestasi.

“Tantangan olahraga saat ini semakin kompleks. Daerah tidak cukup hanya mengandalkan bakat alami atlet, tetapi harus didukung sistem pembinaan yang terstruktur sejak usia dini,” terangnya.

Editor : Veby Rikiyanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini