PARIAMAN,Menara Info– Keterlibatan suami dalam perawatan ibu pasca melahirkan menjadi fokus utama program SIFA (Suami Ikhlas FAsilitasi Pemulihan Ibu) yang diterapkan di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH (RSMY) Pariaman.
Program ini membekali suami dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi istri menjalani mobilisasi dini setelah operasi Sectio Caesarea (SC), sehingga proses pemulihan berlangsung lebih cepat dan optimal.
Direktur RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH Pariaman, dr. Herlina Nasution, M.Kes, mengatakan SIFA lahir dari masih banyaknya ibu pasca operasi SC yang enggan bergerak karena takut merasakan nyeri.
Di sisi lain, suami yang selalu mendampingi belum memiliki bekal untuk membantu proses pemulihan secara tepat.
"Melalui SIFA, kami mengubah peran suami dari sekadar menemani menjadi fasilitator pemulihan ibu. Bidan memberikan edukasi dan pelatihan agar suami mampu mendampingi mobilisasi dini sekaligus memberikan dukungan emosional selama masa pemulihan," ujar dr. Herlina, Minggu (19/7/2026).
Pelaksanaan SIFA dimulai sejak sebelum operasi melalui edukasi menggunakan pamflet dan video panduan.Selanjutnya, pada enam hingga 12 jam pasca operasi, bidan melatih suami membantu istri melakukan latihan gerakan sederhana, mulai dari menggerakkan pergelangan kaki, membantu duduk, hingga mendampingi berjalan secara bertahap sampai pasien diperbolehkan pulang.
Menurut dr. Herlina, keterlibatan aktif suami terbukti memberikan manfaat nyata.
Selain mempercepat mobilisasi dan pemulihan fungsi tubuh, program ini membantu menurunkan risiko infeksi akibat kurang bergerak, mempercepat masa rawat inap, serta memberikan dukungan psikologis yang mampu mengurangi risiko baby blues dan depresi pascapersalinan.
"Yang kami bangun melalui SIFA bukan hanya percepatan pemulihan fisik ibu, tetapi juga kolaborasi antara tenaga kesehatan, suami, dan ibu," imbuhnya.
Editor : Veby Rikiyanto