“Prestasi tidak lahir secara kebetulan. Prestasi lahir dari perencanaan yang matang, pembinaan yang konsisten, pelatih yang berkualitas serta organisasi yang mampu bekerja secara kolektif.”
“Kalau semua itu berjalan, saya yakin squash Sumatera Barat mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Hamdanus juga mengingatkan pentingnya memperluas basis atlet dengan menggandeng sekolah, kampus, serta komunitas olahraga.
“Kita harus memperbanyak ruang lahirnya atlet-atlet baru. Jangan hanya bergantung pada atlet yang ada saat ini. Regenerasi adalah kunci keberlangsungan prestasi. Cabang olahraga yang besar adalah cabang yang memiliki sistem kaderisasi yang hidup,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musprov Squash Sumatera Barat, Zulfadli Muchtar melaporkan, Musprov ini diikuti 8 pengurus cabang yang ada di Sumatera Barat.
Musprov I ini juga akan jadi langkah penting, memperkuat fondasi organisasi sekaligus menyusun program kerja yang realistis dan berorientasi pada pencapaian prestasi.“Ini adalah momentum menyatukan visi, menyatukan semangat dan menyatukan energi seluruh insan squash Sumatera Barat untuk bergerak ke arah yang sama. Kita ingin membangun organisasi yang sehat dan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan daerah,” ujar Zulfadli.
Zulfadli juga mengucapkan terima kasih pada pengurus KONI Sumbar serta para pihak yang telah membantu penyelenggaraan Musprov, hingga bisa terlaksana sesuai dengan yang direncanakan. (*)
Editor : Veby Rikiyanto