13 Jenis Bencana Mengintai Sumbar, Asisten Setdaprov Akui Infrastruktur Evakuasi Masih Terbatas

×

13 Jenis Bencana Mengintai Sumbar, Asisten Setdaprov Akui Infrastruktur Evakuasi Masih Terbatas

Bagikan berita
Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi pada paparan executive summary KKDN Pasis Dikreg Level V Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Auditorium Gubernuran, Kamis. (humas)
Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi pada paparan executive summary KKDN Pasis Dikreg Level V Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Auditorium Gubernuran, Kamis. (humas)

PADANG (11/6/2026) - Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi menyampaikan Sumbar merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena berada di kawasan aktif secara tektonik.

Di sebelah barat Sumbar terdapat zona subduksi megathrust Mentawai yang berpotensi memicu gempa bumi besar dan tsunami.

Ia mengingatkan bahwa gempa besar yang melanda Sumbar pada tahun 2009 menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak.

Selain ancaman gempa dan tsunami, daerah ini juga menghadapi risiko longsor, banjir, serta berbagai bencana hidrometeorologi lainnya.

“Sumatera Barat dapat dikatakan sebagai laboratorium nyata kebencanaan karena memiliki 13 jenis potensi bencana. Namun yang paling penting bukan hanya memahami ancamannya, melainkan memastikan seluruh unsur siap menghadapinya,” ujar Medi.

Hal ini disampaikannya, saat mewakili gubernur Sumbar pada kegiatan paparan executive summary Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Level V Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) Tahun Ajaran 2026 di Auditorium Gubernuran, Kamis.

Menurutnya, dampak bencana tidak hanya ditentukan oleh besarnya ancaman alam, tetapi juga oleh tingkat kesiapan sistem, kekuatan kelembagaan, dan kesadaran masyarakat terhadap risiko yang dihadapi.

Karena itu, Medi menegaskan pertanyaan yang harus terus dijawab bersama bukan lagi apakah bencana akan terjadi, melainkan apakah seluruh pihak telah siap ketika bencana datang.

Salah bentuk implementasi nyata dari komitmen tersebut, ia menyebut, saat ini Pemerintah Provinsi Sumbar terus berupaya memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas aparatur dan relawan.

Kemudian, mengembangkan nagari tangguh bencana, menyusun rencana kontingensi tsunami, serta mendorong integrasi mitigasi bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini