“Melalui karya-karya mereka, kita melihat kepedulian terhadap bahaya narkoba, perilaku menyimpang, serta pentingnya kembali kepada nilai-nilai kebaikan.”
“Ini menjadi harapan bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan-pesan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Kapolda Sumbar, Komjen Pol Gatot Tri Suryanta menekankan pentingnya membiasakan shalat Subuh berjamaah, sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia dini.
Ia berharap, gerakan tersebut dapat terus diperluas di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.
“Kalau budaya agama ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak di seluruh Sumatera Barat, insyaallah cita-cita menuju Indonesia Emas akan terwujud,” ujar Gatot.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda juga meluncurkan buku Pendidikan Agama dan Culture Policing sebagai Benteng Keasramaan Polri.
Menurutnya, buku tersebut disusun sebagai panduan memperkuat pembangunan karakter keluarga besar Polri melalui perpaduan pendidikan agama dan nilai-nilai budaya kepolisian.“Keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas, religius, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Dipenghujung kegiatan, Ustadz Desman A menyampaikan tausiah bertema Hijrah Sejati dan Hakikatnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap insan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri karena pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali ke jalan Allah.
Editor : Al Mangindo