Baca juga: Transformasi Industri dan Teknologi Ubah Lanskap Ketenagakerjaan, Ini Tantangan yang Harus Dijawab
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Teddy Antonius menjelaskan sebanyak sekitar 50 booth disiapkan untuk bazar UMKM. Sebagian di antaranya dialokasikan bagi UMKM binaan, pelaku kuliner di kawasan sekitar, sedangkan sisanya dibuka untuk umum melalui proses pendaftaran dan kurasi. Menurut Teddy, mayoritas UMKM yang ditampilkan merupakan pelaku usaha di bidang kuliner. Hal itu sejalan dengan arahan Wali Kota Padang untuk memperkuat identitas Kota Padang sebagai Kota Gastronomi yang diakui UNESCO. "Mayoritas UMKM yang kita tampilkan bergerak di bidang kuliner. Ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat Kota Padang sebagai Kota Gastronomi sehingga potensi kuliner lokal semakin dikenal luas," ujar Teddy. Ia menambahkan, Batang Arau dipilih sebagai pusat HJK karena telah ditetapkan sebagai hub kawasan Kota Tua yang akan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus pusat berbagai agenda pariwisata Kota Padang. Salah seorang pengusaha kuliner di kawasan Batang Arau, Andi, menyambut baik rencana tersebut.
Editor : Veby Rikiyanto
Pemko Padang Gandeng Pelaku Usaha Batang Arau Sukseskan HJK ke-357,
| 51 klik
Penutupan hanya dilakukan pada jam-jam dan agenda-agenda tertentu, sementara di luar itu akses kendaraan tetap dibuka agar aktivitas masyarakat dan usaha tetap berjalan. "Pemerintah juga akan mengevaluasi dampak ekonomi kegiatan ini dengan membandingkan omzet pelaku usaha sebelum dan selama HJK berlangsung. Harapannya, kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi pengusaha di Batang Arau sehingga ke depan masyarakat dan pelaku usaha dapat semakin berkolaborasi menghidupkan kawasan ini," katanya.
Berita Terkait