JAKARTA (10/7/2026) - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian menegaskan, transparansi adalah ruhnya percepatan pemulihan infrastruktur terdampak bencana.
“Keterbukaan informasi pemulihan dampak bencana sangat penting, agar masyarakat dapat mengetahui secara langsung perkembangan setiap pekerjaan sekaligus ikut mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” ungkap Tito.
Penegasan tersebut disampaikan Tito saat meninjau Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, keterbukaan penggunaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah memulihkan infrastruktur terdampak bencana.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Tito meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama instansi terkait memasang papan informasi pada setiap lokasi pekerjaan.
Papan tersebut memuat informasi mengenai jenis pekerjaan, penggunaan anggaran, progres pelaksanaan, hingga target penyelesaian sehingga masyarakat dapat mengetahui secara jelas tahapan pembangunan yang sedang berlangsung."Pasang billboard supaya masyarakat benar-benar tahu, 'oh iya jalan dan jembatan ini sedang dalam pengerjaan'. Dan diberi informasi, misalnya Jembatan Enang-Enang ini akan diperkuat. Sehingga masyarakat melihat dan taruh logo Kementerian PU di situ,” ujar Tito.
Selain memastikan transparansi, pemerintah juga terus mempercepat penanganan infrastruktur di kawasan Bener Meriah.
Tito memperkirakan kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan, pembangunan jembatan, pelebaran jalur alternatif, hingga pembangunan jembatan bentang panjang mencapai sekitar Rp1,1 triliun.
Salah satu proyek strategis yang disiapkan adalah pembangunan jembatan baru sepanjang 300 meter yang akan menjadi ikon baru Tanah Gayo.
Editor : Al Mangindo