JAKARTA (10/7/2026) - Pemulihan sektor kesehatan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya membangun kembali kehidupan masyarakat yang lebih aman, sehat, dan tangguh terus dipercepat.
Berbagai langkah strategis dilakukan agar layanan kesehatan dapat kembali berfungsi secara optimal, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang layak, terutama saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.
Pemulihan tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali fasilitas kesehatan yang rusak, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh.
Upaya itu mencakup penyediaan alat kesehatan yang lebih modern, pemenuhan obat-obatan dan logistik medis, penguatan sumber daya kesehatan, hingga peningkatan sistem surveilans dan respons cepat guna mengantisipasi potensi penyakit yang dapat muncul setelah bencana.
Selain memulihkan layanan kesehatan secara fisik, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan kelompok rentan.
Berbagai program dukungan psikososial terus diperkuat, disertai pemeriksaan status gizi masyarakat, termasuk skrining berkala bagi balita, ibu hamil, serta lanjut usia.Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan proses pemulihan berlangsung secara menyeluruh sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk mengawal percepatan pemulihan layanan kesehatan di tiga daerah terdampak melalui berbagai program dan dukungan anggaran yang terintegrasi.
Pada tahap awal, Kementerian Keuangan telah menyetujui alokasi anggaran lebih dari Rp100 miliar untuk pemulihan rumah sakit.
Sementara, percepatan dukungan bagi puskesmas juga tengah diproses agar pelayanan kesehatan tingkat pertama dapat segera kembali optimal.
Editor : Al Mangindo