RISHA dan BIP Jadi Andalan Pembangunan Huntap Aceh-Sumut-Sumbar, Tito Karnavian: Paling Lambat Rampung 2027

×

RISHA dan BIP Jadi Andalan Pembangunan Huntap Aceh-Sumut-Sumbar, Tito Karnavian: Paling Lambat Rampung 2027

Bagikan berita
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait saat rapat koordinasi mengenai huntap di Posko Nasional Satgas PRR. (humas)
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait saat rapat koordinasi mengenai huntap di Posko Nasional Satgas PRR. (humas)

Kedua teknologi tersebut telah digunakan dalam program pembangunan dan pemulihan hunian pascabencana.

Maruarar mengatakan penggunaan teknologi konstruksi cepat dan produk dalam negeri dapat mempercepat penyelesaian huntap sekaligus menciptakan kegiatan ekonomi baru di sekitar lokasi pembangunan.

Kementerian PKP saat ini sudah menyiapkan sejumlah paket tender untuk pembangunan huntap yang diproyeksikan akan mulai konstruksi pada September 2026.

Untuk huntap eksitu komunal pada 2026, pembangunan ditargetkan mencapai 7.952 unit. Lahan telah dipetakan pada 54 lokasi dengan luas keseluruhan 198,21 hektare dan daya tampung mencapai 7.973 unit.

Rinciannya meliputi 6.220 unit di 45 lokasi di Aceh, 919 unit di empat lokasi di Sumatera Utara, serta 813 unit di lima lokasi di Sumatera Barat.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menilai penggunaan RISHA dan BIP memberikan peluang untuk mempercepat pekerjaan selama lahan telah tersedia dan seluruh dukungan dasarnya dipersiapkan.

Pembangunan huntap dalam Rencana Induk (Renduk) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana diproyeksikan rampung seluruhnya pada 2027.

“Yang belum terlaksana (pembangunan huntap) diprogramkan tahun ini, paling lambat tahun depan. (Hal ini) untuk kepastian masyarakat supaya tidak terlalu lama di huntara (hunian sementara),” kata Tito. (*)

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini