Penanganan pengungsi dipusatkan antara lain di HKBP Sipange dengan dukungan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui BPBD juga telah menyalurkan 170 paket sembako, 100 selimut, 100 matras, perlengkapan kebersihan, kebutuhan mandi, minyak goreng, serta popok bagi anak-anak dan orang dewasa.
Tim BNPB bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum telah menggelar rapat koordinasi serta meninjau langsung tanggul yang jebol dan lokasi hunian sementara mandiri di Hutanabolon.
Pemerintah daerah secara paralel melakukan asesmen kerusakan sebagai dasar penentuan langkah penanganan lanjutan.
Saat ini, perbaikan empat titik tanggul yang jebol di Hutanabolon sedang dikerjakan sepanjang sekitar satu kilometer. Penanganan bagian hulu ditargetkan selesai dalam satu pekan.
Normalisasi Sungai Silaga-laga juga telah berjalan dengan dukungan tiga unit ekskavator dari unsur swasta, Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara, dan Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Tengah.
Pekerjaan pada ruas Jalan Sipange–KM 14 turut dilakukan menggunakan alat berat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.Langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat pemulihan akses warga sekaligus mendukung mobilisasi personel, logistik, dan peralatan menuju wilayah terdampak.
“BNPB akan membantu normalisasi sungai dan perkuatan tebing melalui dukungan dua unit ekskavator, satu ekskavator mini, dua ekskavator lengan panjang, dua dump truck, serta 5.000 jumbo bag untuk penanganan tanggul sepanjang 400 meter di Sipange,” tulis laporan tim yang dipimpin Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap. (*)
Editor : Al Mangindo