Kelurahan Siaga TB Dideklarasikan, Padang Timur Perkuat Gerakan Bersama Tekan Penularan Tuberkulosis

×

Kelurahan Siaga TB Dideklarasikan, Padang Timur Perkuat Gerakan Bersama Tekan Penularan Tuberkulosis

Bagikan berita
Camat Padang Timur Aidil Zulhani Menandatangani Komitmen Bersama Deklarasi Kelurahan Siaga TB, Kamis ,(30/7/2026)
Camat Padang Timur Aidil Zulhani Menandatangani Komitmen Bersama Deklarasi Kelurahan Siaga TB, Kamis ,(30/7/2026)

PADANG, Menara Info- Tuberkulosis (TB) masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius di Kota Padang.

Untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut, Kecamatan Padang Timur mendeklarasikan Kelurahan Siaga TB pada kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor di Aula Kantor Camat Padang Timur, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri Forkopimca Padang Timur, para lurah, Kepala Puskesmas Andalas dan Kepala Puskesmas Parak Karakah, tokoh masyarakat, serta kader kesehatan.

Seluruh unsur yang hadir juga menandatangani komitmen bersama mendukung percepatan eliminasi TB melalui penguatan Kelurahan Siaga TB.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Padang, Dessy M. Siddik, mengungkapkan bahwa beban kasus TB di Kota Padang masih cukup tinggi.

Setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 4.800 penduduk yang menderita tuberkulosis.

Ia menjelaskan, TB merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui droplet, yakni percikan dahak atau air liur yang keluar saat penderita batuk, bersin, berbicara, bahkan tertawa.

Seseorang yang mengidap TB aktif berpotensi menularkan penyakit kepada banyak orang di sekitarnya, terutama mereka yang tinggal serumah atau sering berinteraksi dalam ruangan tertutup.

"Setiap satu penderita TB diperkirakan memiliki kontak erat dengan sekitar sepuluh orang. Karena itu, penemuan kasus sedini mungkin menjadi kunci agar pengobatan dapat segera dilakukan dan rantai penularan bisa diputus," jelasnya.

Dessy menegaskan, tujuan utama pembentukan Kelurahan Siaga TB adalah meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menemukan kasus secara dini, mendukung skrining kontak, menghilangkan stigma terhadap penderita, serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Editor : Veby Rikiyanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini