BUKITTINGGI (28/9/2026) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mendorong mahasiswa Universitas Mohammad Natsir (UMN) Bukittinggi memahami, menginternalisasi dan meneruskan nilai-nilai perjuangan tokoh tersebut dalam kehidupan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Mahyeldi, saat menghadiri kegiatan Masa Ta’aruf (Mata) Natsir 2026 UMN Bukittinggi di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Senin.
Menurutnya, keberadaan nama Mohammad Natsir pada sebuah institusi pendidikan membawa tanggung jawab bagi setiap mahasiswanya untuk mengenal dan mengimplementasikan pemikiran dan keteladanan dari tokoh tersebut.
“Ke depan, kita tentu berharap mahasiswa disini bisa menginternalisasikan nilai-nilai dari Pak Natsir. Kemudian menjadi tokoh baru yang mewarisi sifat Pak Natsir,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi mengatakan, Mohammad Natsir merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk dalam proses kembalinya Indonesia dari bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Karena itu, menurutnya, sejarah perjuangan Natsir perlu dipahami oleh generasi muda, khususnya mahasiswa UMN.“NKRI itu ada salah satunya berkat jasa Pak Natsir. Bisa dibilang, tidak ada Pak Natsir, tidak ada NKRI. Begitu lah kira-kira analogi besarnya jasa Pak Natsir untuk bangsa ini,” tegas Mahyeldi.
Hal tersebut ditegaskannya seraya mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak boleh berhenti setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, tetapi mesti terus dilanjutkan melalui berbagai perjuangan dalam menjaga keutuhan bangsa, memcerdsakan kehidupan bangsa dan mensejahterakan rakyat.
Mahyeldi bahkan mengusulkan agar nama Mohammad Natsir semakin melekat dalam keseharian sivitas akademika UMN.
“Kalau boleh, usul saya, kalau sekarang singkatan nama kampus ini adalah UMN, bagaimana kalau kita geser sedikit menjadi UM Natsir. Sehingga Natsir itu melekat dalam keseharian kampus ini,” katanya.
Editor : Al Mangindo