Dalam kesempatan tersebut, Fadly turut mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni amanah, tabligh, siddiq, dan fathanah.
Keempat sifat tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya dipahami, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Marilah kita meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, yakni amanah, tabligh, siddiq, dan fathanah. Sifat-sifat tersebut hendaknya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” tutur Fadly.
Sementara itu, penceramah Mak Katik Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto menekankan pentingnya peran niniak mamak dalam menjaga adat sekaligus membimbing anak kemenakan.
Menurutnya, keteladanan harus dimulai dari para pemangku adat dan orang tua. Ketika niniak mamak mampu menjaga agama, adat, dan menunjukkan akhlak yang baik, nilai-nilai tersebut akan lebih mudah diteladani oleh generasi muda.“Niniak mamak harus menjadi contoh bagi anak kemenakan. Kalau niniak mamak menjaga agama, menjaga adat, dan memperlihatkan akhlak yang baik, insyaallah anak jo kamanakan akan mengikuti. Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, itulah yang harus terus kita jaga dalam kehidupan,” ujar Mak Katik.
Tabligh Akbar tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Padang Yusri Latif, Plt. Kabag Kesra Zul Asfi Lubis, Camat Pauh Yandry, unsur Forkopimca Pauh, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.(*)
Editor : Veby Rikiyanto