Pelaksanaannya mencakup 104 kelurahan di Kota Padang, dengan jumlah lokus di masing-masing kelurahan disesuaikan dengan kondisi serta jumlah kasus TB yang ditemukan.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes melibatkan kelurahan dan kader kesehatan untuk membantu menemukan serta mengarahkan warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TB agar mengikuti pemeriksaan.
Warga yang pada pemeriksaan awal menunjukkan gejala atau memiliki dugaan terinfeksi TB akan diarahkan menjalani pemeriksaan dahak.
Jika dinyatakan positif, pengobatan segera diberikan untuk mencegah kondisi semakin berat sekaligus memutus rantai penularan.
Sementara bagi warga yang tidak ditemukan terinfeksi, petugas tetap memberikan edukasi mengenai cara mencegah TB dan menghindari penularannya.
Dessy menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan tracing tersebut.
Warga yang masuk dalam sasaran diharapkan tidak mengabaikan pemeriksaan, karena deteksi dini memungkinkan pengobatan dilakukan lebih cepat.“Harapan kami masyarakat yang dipilih untuk memeriksakan diri dapat meluangkan waktu untuk datang. Kalau memang sudah tertular, segera kita obati sehingga tidak menularkan kepada yang lain. Dengan begitu, penularan TB bisa kita putus dan kasus-kasus baru yang ditemukan dapat segera ditangani,” tuturnya.
Selain pemeriksaan, Dinkes Kota Padang juga mengingatkan masyarakat untuk memperkuat perilaku pencegahan.
TB dapat menular melalui udara, sehingga etika batuk dan bersin menjadi hal sederhana yang penting dilakukan.
Editor : Veby Rikiyanto