Mahyeldi Buka Pelatihan AI Ready ASEAN di UNP: Kuasai Teknologi, Jangan Sampai Teknologi Menguasai Kita

×

Mahyeldi Buka Pelatihan AI Ready ASEAN di UNP: Kuasai Teknologi, Jangan Sampai Teknologi Menguasai Kita

Bagikan berita
Gubernur Sumbar, Mahyeldi foto bersama usai membuka Pelatihan Literasi AI Program AI Ready ASEAN di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis. (humas)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi foto bersama usai membuka Pelatihan Literasi AI Program AI Ready ASEAN di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis. (humas)

PADANG (4/9/2026) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengingatkan generasi muda agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak, tanpa kehilangan karakter, moral, dan kemampuan berpikir kritis.

“Kemajuan teknologi harus tetap berada dalam kendali manusia,” tegas Mahyeldi saat membuka Pelatihan Literasi AI Program AI Ready ASEAN di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang digelar Yayasan Ruangguru bersama ASEAN Foundation tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan pelajar dan pendidik dalam menghadapi perkembangan AI.

Mahyeldi mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan Ruangguru, ASEAN Foundation, dan Pemprov Sumbar dalam menghadirkan program literasi AI.

Ia menilai teknologi AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas, mempercepat pekerjaan, serta menciptakan efisiensi, khususnya di bidang pendidikan.

“AI memberikan banyak kemudahan, efisiensi, dan percepatan. Namun, teknologi tidak memiliki karakter dan moral. Karena itu, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan agar AI menjadi alat yang kita kendalikan, bukan justru mengendalikan kita,” tegas Mahyeldi.

Menurutnya, perkembangan teknologi juga menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi.

Sementara itu, para siswa perlu dibiasakan untuk tidak menerima begitu saja setiap informasi yang diperoleh melalui teknologi digital maupun AI, tetapi mampu menguji dan mempertanyakannya.

“Anak-anak kita jangan hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga harus mampu mempertanyakan informasi tersebut. Kemampuan bertanya, memeriksa, dan berpikir kritis harus terus kita tumbuhkan,” ujarnya.

Mahyeldi menambahkan, kemampuan berpikir kritis merupakan bagian dari karakter masyarakat Minangkabau yang terbiasa menggunakan akal dan pertimbangan dalam menyikapi berbagai persoalan.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini