Maigus menegaskan, pertemuan dengan Minang Diaspora tidak boleh berhenti pada silaturahmi semata.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan pendidikan, kebudayaan, dan sumber daya manusia.
“Kita ingin hubungan yang terjalin tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret. Kami berharap para akademisi dan Diaspora Minangkabau dapat ikut berkontribusi dalam memperkuat pendidikan, kebudayaan, serta pembangunan Kota Padang,” tuturnya.
Selain pendidikan, Maigus menilai keberadaan Minang Diaspora di berbagai negara memiliki arti penting dalam menjaga marwah Minangkabau.
Perantauan telah membuat masyarakat Minang tersebar di berbagai belahan dunia, sehingga nilai-nilai budaya Minangkabau memiliki peluang untuk terus diperkenalkan dalam lingkup internasional.
Karena itu, ia mengajak seluruh unsur Minang Diaspora ikut memastikan nilai dan filosofi Minangkabau tetap diwariskan kepada generasi muda.“Marwah Minangkabau harus kita jaga bersama. Di mana pun orang Minang berada, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah harus tetap menjadi pegangan. Karena itu, kolaborasi dengan Diaspora sangat penting untuk memastikan nilai-nilai tersebut tetap hidup dan dikenal hingga ke tingkat internasional,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Rektor Universitas Baiturrahmah Prof. Musliar Kasim, serta sejumlah akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).(*)
Editor : Veby Rikiyanto