Jembatan Cable-Stayed 300 Meter Sitinjau Lauik Dikerjakan, Mahyeldi: Ini Kebanggaan Sumbar

×

Jembatan Cable-Stayed 300 Meter Sitinjau Lauik Dikerjakan, Mahyeldi: Ini Kebanggaan Sumbar

Bagikan berita
Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi PPK Sitinjau Lauik, Risma dan jajaran lainnya, meninjau perkembangan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis. (humas)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi PPK Sitinjau Lauik, Risma dan jajaran lainnya, meninjau perkembangan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis. (humas)

SOLOK (17/9/2026) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menilai, Fly Over Sitinjau Lauik merupakan pekerjaan infrastruktur yang tidak sederhana, baik dari sisi desain maupun konstruksinya.

Berdasarkan penjelasan tim teknis, Jembatan 3 dan Jembatan 4 memiliki karakter desain berbeda, termasuk konstruksi melengkung dengan bentang hingga sekitar 180 meter serta konstruksi cable-stayed dengan bentang sekitar 300 meter.

“Ini suatu hal yang tidak sederhana. Alhamdulillah dari pelaksana dan juga tim yang ahli-ahli, mereka ini luar biasa. Ini suatu kebanggaan juga bagi kita,” ujar Mahyeldi

Hal itu disampaikannya, usai meninjau perkembangan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis.

Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi memastikan pembangunan infrastruktur strategis tersebut terus bergerak dan kini memasuki tahapan pekerjaan fisik setelah proses pengadaan tanah dituntaskan.

Peninjauan tersebut dilakukannya bersama sejumlah pihak terkait seperti Hutama Karya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Mahyeldi melihat langsung perkembangan pekerjaan sekaligus mendengarkan penjelasan teknis mengenai tahapan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik.

“Alhamdulillah dengan dukungan semua pihak, untuk masalah tanah sudah selesai. Berarti sekarang HPSL selaku pelaksana sudah bergerak untuk pembangunan fisik. Dan sekarang ini progresnya cukup mengembirakan,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, mulai dari HPSL, Kementerian Pekerjaan Umum, Agrinas, DPR RI, pemerintah kabupaten dan kota, hingga jajaran teknis dan masyarakat.

Menurutnya, kelancaran pembangunan infrastruktur strategis membutuhkan sinergi dan komunikasi yang kuat antarpihak.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini