Menurut Risma, pembangunan fly over tersebut diarahkan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, khususnya pada Tikungan Panorama 1 yang memiliki radius tikungan kecil dan kemiringan cukup tinggi.
Kondisi tersebut selama ini menjadi tantangan bagi kendaraan, terutama kendaraan angkutan logistik.
Ia menjelaskan, setelah proses pengadaan tanah yang sebelumnya sempat terkendala saat ini telah terselesaikan, sehingga pengerjaan konstruksi kini dapat berjalan lebih optimal. Penyesuaian terhadap jadwal kerja sama juga telah dilakukan, sehingga target penyelesaian konstruksi kini ditetapkan menjadi Mei 2028."Dengan tuntasnya pembebasan lahan ini, kami optimis pembangunan akan berjalan lebih optimal. Target kita ini tuntas Mei 2028," ujarnya. (*)
Editor : Al Mangindo