Menurutnya, Promosi Budaya Asia 2026 dapat menjadi salah satu momentum awal untuk mendorong hubungan Sumbar dan Jeonbuk agar semakin dekat dan memberi manfaat bagi masyarakat kedua wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga mengajak delegasi Jeonbuk untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam, sejarah, budaya, dan kuliner Sumbar melalui rangkaian city tour dari Kota Padang hingga Kota Bukittinggi.
“Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Padang, kami mengundang para tamu dari delegasi Jeonbuk untuk menikmati keindahan alam Sumatera Barat melalui city tour di Kota Padang dan sekitarnya hingga ke Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Selain pertukaran budaya, Promosi Budaya Asia 2026 juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar dan Jeonbuk International Cooperation Agency (JBICA) terkait keberlanjutan pengoperasian Hangeul Hakdang di Sumbar.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan saling pengertian dan pertukaran budaya antara Sumbar dan Jeonbuk melalui pendidikan, penyebaran bahasa, serta pengenalan budaya Korea.
Hangeul Hakdang menjadi wadah pembelajaran Hangeul, bahasa Korea, dan budaya Korea sekaligus menjadi sarana memperkuat interaksi budaya kedua wilayah.Melalui kesepakatan tersebut, pihak Jeonbuk akan mendukung keberlanjutan pengoperasian Hangeul Hakdang di Sumatera Barat, termasuk dukungan keuangan sesuai ketentuan anggaran serta penyediaan buku pelajaran bahasa Korea dan bahan ajar.
Mahyeldi menilai keberlanjutan program tersebut dapat memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pembelajaran bahasa dan budaya Korea sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat Sumatera Barat dan Jeonbuk.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Foreign and International Policy Affairs Provinsi Jeonbuk Kim Moon-kang, Presiden JBICA Ki So-kim, serta para tamu undangan dan masyarakat Kota Padang. (*)
Editor : Al Mangindo