Karena itu, pengembangan bahasa Arab diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman agama dan kaderisasi generasi muda.
Mahyeldi juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi Islam dan madrasah dalam menggerakkan pembelajaran bahasa Arab.
Menurutnya, keberadaan tiga UIN di Sumatera Barat, yakni di Padang, Bukittinggi, dan Batusangkar, dapat menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kemampuan bahasa Arab di tengah masyarakat.
"Peradaban yang maju itu memang dengan banyak bahasa. Kita harapkan dengan mampu bahasa Arab, akan bisa menyelami segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa Arab dan peradaban," tuturnya.
Selain penguatan pembelajaran bahasa Arab, Gubernur menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar juga tengah mendorong program pengembangan sumber daya manusia keislaman melalui program Hamka Muda.
Program tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada generasi potensial melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2, dan S3 dengan harapan mereka kembali dan berkontribusi bagi Sumatera Barat.
"Insya Allah kita sangat konsen dengan ini. Karena inilah backbone-nya Sumatra Barat. Memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," katanya.Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga membuka ruang kolaborasi antara IMLA dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menyusun program pengembangan bahasa Arab bagi generasi muda.
Ia menawarkan pemanfaatan fasilitas yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Bukittinggi, termasuk Istana Bung Hatta, sebagai salah satu tempat kegiatan yang dapat digunakan untuk memotivasi generasi muda agar semakin tertarik mempelajari bahasa Arab.
"Silakan mulai di Bukittinggi ini. Nanti untuk tempat, untuk biaya makan-minumnya di tempat, saya menanggung," ujarnya.
Editor : Al Mangindo