Puskesmas Pauh Perkuat Pencegahan Stunting melalui Skrining Anemia Sejak Posyandu
| 60 klik
“Upaya kami di Puskesmas Pauh muaranya adalah pencegahan stunting. Salah satunya dengan melakukan deteksi dini terhadap risiko anemia defisiensi besi, karena anemia merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya stunting," kata Pratiwi, Sabtu (26/9/2026). Karena itu, menurut Pratiwi, pihaknya berupaya agar risiko tersebut dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin, mulai dari Posyandu hingga pelayanan di Puskesmas. Ia menegaskan, Posyandu memiliki peran penting sebagai pintu awal pemantauan kondisi balita. Kader melakukan pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, skrining risiko defisiensi besi secara non-invasif, serta pencatatan hasil sebelum anak mendapatkan pelayanan kesehatan atau dirujuk ke Puskesmas apabila ditemukan masalah gizi maupun risiko defisiensi besi. “Jadi bukan hanya melihat berat badan anak, tetapi kita ingin melihat kondisi anak secara lebih menyeluruh. Ketika ditemukan berat badan tidak naik, berat badan kurang, gizi kurang, maupun kondisi lain seperti stunting, kita juga melihat apakah terdapat risiko anemia defisiensi besi yang perlu ditindaklanjuti,” ujar dr. Pratiwi.
Editor : Veby Rikiyanto
Berita Terkait