Langkah tersebut diperkuat melalui pemberian insentif bagi rumah tangga dan pelaku usaha yang melakukan pemilahan sampah, penguatan bank sampah, pengomposan, serta pengolahan sampah organik.
“Kami ingin menjadikan Padang sebagai kota tujuan dengan pelayanan dasar yang berkualitas melalui pembenahan sanitasi, air bersih, kebersihan lingkungan, serta standar kebersihan usaha dan produk makanan. Penilaian ini menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan sanitasi demi mewujudkan Kota Padang yang bersih, sehat, nyaman, dan berdaya saing,” ujar Fadly Amran.
Selain pembenahan persampahan, Pemko Padang juga tengah menyusun masterplan pengelolaan air limbah domestik.
Salah satu fokusnya adalah pengembangan sistem pengolahan air limbah terpusat berskala kota dengan memprioritaskan kawasan Batang Arau dan Muaro untuk mencegah pencemaran saluran drainase dan sungai.
Pemko Padang juga membuka peluang kerja sama sister city atau kota kembar dengan Kota Hildesheim, Jerman, guna mendukung perencanaan sistem pengolahan air limbah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Rezeki Perangin Angin menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara bertahap berdasarkan data penyelenggaraan pengelolaan persampahan dan air limbah domestik.
Dari 75 kabupaten/kota yang mengikuti seleksi awal, terpilih 15 daerah untuk tahap berikutnya, sebelum mengerucut menjadi enam daerah terbaik, terdiri atas tiga kabupaten dan tiga kota.“Berdasarkan tipologi kota, Padang masuk tiga terbaik di Indonesia. Ini patut diapresiasi, namun kami perlu melihat langsung kondisi di lapangan untuk memastikan hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Rezeki.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian penting dari proses verifikasi untuk memastikan kesesuaian antara data yang disampaikan dengan pelaksanaan pengelolaan sanitasi di daerah.
Masuknya Kota Padang dalam tiga besar kategori kota terbaik nasional diharapkan semakin memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan sanitasi, menjaga kebersihan lingkungan, serta mewujudkan pembangunan kota yang sehat dan berkelanjutan.(*)
Editor : Veby Rikiyanto