Ia berharap masukan tersebut tidak hanya menjadi catatan dalam audiensi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret, terutama dalam menghadirkan layanan digital yang aksesibel.
Audiensi ini menegaskan sejumlah kebutuhan penyandang disabilitas netra di Kota Padang, mulai dari kesetaraan akses layanan pemerintahan berbasis digital, kemudahan memperoleh informasi, hingga kesempatan mengembangkan potensi dan kemandirian ekonomi.
Pertuni berharap berbagai kebutuhan tersebut dapat menjadi perhatian dalam upaya mewujudkan pelayanan publik Kota Padang yang inklusif dan dapat diakses seluruh masyarakat.(*) Editor : Veby Rikiyanto