Berbagai program, mulai dari pendataan keluarga, peningkatan kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi keluarga, bermula dari kelompok ini.
“Melalui kunjungan lapangan ini, kami ingin melihat langsung implementasi program, inovasi, serta keberlanjutan kegiatan dasawisma. Ini juga menjadi bagian dari proses verifikasi terhadap nominator yang telah melalui tahapan penilaian sebelumnya,” jelasnya.
Dianita menambahkan, keberhasilan gerakan PKK sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga partisipasi aktif masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini melahirkan dasawisma yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
Sementara itu Asisten III Setdakab Pasaman Barat, Harlina Syahputri yang hadir mewakili Bupati menegaskan bahwa gerakan PKK sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Pasaman Barat yang maju dan sejahtera berlandaskan agama dan budaya.
“Dasawisma merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan program tersebut. Apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar lomba, tetapi wujud nyata kepedulian terhadap pembangunan dari tingkat nagari,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran kader yang dinilai telah berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari menjaga lingkungan, memantau kesehatan warga, hingga mendorong pendidikan anak-anak.Senada dengan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman Barat, Sifrowati Yulianto menekankan pentingnya dasawisma sebagai unit terkecil yang menjadi basis data sekaligus pelaksana program PKK.
Saat ini, Pasaman Barat memiliki lebih dari 5.970 kelompok dasawisma yang tersebar di 11 kecamatan dan 90 nagari.
“Dasawisma tidak hanya menjalankan program, tetapi juga menjadi sumber data penting bagi pemerintah, mulai dari data keluarga hingga kondisi kesehatan masyarakat. Ini sangat membantu dalam perencanaan pembangunan,” ungkapnya.
Editor : Al Mangindo