Perkuat Ketahanan Pangan Rutan Padang Panjang Tebar 5.000 Bibit Lele
| 70 klik
PADANG PANJANG, Menara Info – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang menebarkan 5.000 bibit lele sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan, Senin (4/5/2026). Penebaran bibit lele dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, bersama Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis dan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang Mardiansyah di area Rutan Padang Panjang. Program tersebut merupakan tindak lanjut dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI serta Program Aksi 2026 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain penebaran bibit lele, rombongan juga meninjau sejumlah program pembinaan dan bersilaturahmi dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kakanwil Ditjenpas Sumbar Kunrat Kasmiri mengatakan, Rutan Padang Panjang terus mengembangkan program pembinaan keterampilan bagi warga binaan, termasuk budidaya lele dan pelatihan membatik. “WBP kita latih beternak lele dan membatik. Bibit lele ini merupakan bantuan dari Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, sementara pelatihan membatik bekerja sama dengan Canting Buana Kreatif,” ujarnya. Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis meminta warga binaan tetap semangat menjalani masa pembinaan dan memanfaatkan berbagai pelatihan yang tersedia di rutan. “Hukuman bukan akhir dari segalanya. Jalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh agar nantinya bisa kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat,” katanya. Hendri juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang berjalan di Rutan Padang Panjang, termasuk keterampilan dan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang Mardiansyah menyebut bantuan bibit lele diberikan untuk mendukung program pemberdayaan dan ketahanan pangan di lingkungan rutan. “Lele dipilih karena pemeliharaan dan pemasarannya relatif mudah. Kita berharap program ini bisa memberi manfaat bagi warga binaan,” ujarnya. Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang Novri Abbas mengatakan, saat ini jumlah warga binaan di rutan tersebut mencapai 137 orang. Menurutnya, berbagai program pembinaan berjalan melalui dukungan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait. Ia menyebut kerja sama dilakukan dengan berbagai pihak, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Koto Katiak, Kantor Kemenag, hingga TNI dan Polri. “Dengan sinergi yang baik, program pembinaan dan pengamanan dapat berjalan optimal sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat,” kata Novri.(*)
Editor : Veby Rikiyanto
Berita Terkait