Kalaksa BPBD Sumbar jadi Peserta Terbaik Diklat SDMT BNPB Gelombang III 2026

×

Kalaksa BPBD Sumbar jadi Peserta Terbaik Diklat SDMT BNPB Gelombang III 2026

Bagikan berita
Kalaksa BPBD Sumatera Barat, Erasukma Munaf (kanan) foto bersama dengan peserta terbaik Diklat SDMT) gelombang III tahun 2026 bersama Kepala Pusdiklat BNPB, di Jawa Barat, Sabtu. (humas)
Kalaksa BPBD Sumatera Barat, Erasukma Munaf (kanan) foto bersama dengan peserta terbaik Diklat SDMT) gelombang III tahun 2026 bersama Kepala Pusdiklat BNPB, di Jawa Barat, Sabtu. (humas)

BOGOR (20/5/2026) - Kalaksa BPBD Sumatera Barat, Erasukma Munaf berhasil jadi peserta terbaik Pendidikan dan Pelatihan Senior Disaster Management Training (Diklat SDMT) gelombang III tahun 2026.

Diklat yang digelar selama 12 hari itu, diikuti 68 kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD se-Indonesia di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) BNPB, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sejak 4 Mei 2026 lalu.

“Saya berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sini benar-benar dapat diterapkan di daerah masing-masing, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan serta respons dalam menghadapi bencana," kata Sekretaris Utama BNPB, Rustian sebelum menutup kegiatan, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, tantangan bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan dinamika sosial menuntut adanya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih adaptif dan responsif.

Dengan alasan itu, SDMT 2026 diharapkan mampu melahirkan para pemimpin penanggulangan bencana yang memiliki perspektif kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pengurangan risiko di daerah masing-masing.

“Diklat SDMT ini bukan hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman, strategi dan best practices dalam mengelola bencana,” ujarnya.

Diketahui, selama pelaksanaan pelatihan, semua peserta dibekali berbagai materi strategis mengenai manajemen risiko bencana, kepemimpinan dalam situasi krisis, koordinasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi dan data kebencanaan.

Tak hanya itu saja, setiap peserta juga diarahkan melakukan praktik, baik dalam penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.

Selain sesi kelas, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, simulasi, serta pertukaran pengalaman antar daerah. (*)

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini