Satgas PRR: Juli 2026, Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda - Tito Karnavian Gerak Cepat Pulihkan 4.922 Sekolah

×

Satgas PRR: Juli 2026, Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda - Tito Karnavian Gerak Cepat Pulihkan 4.922 Sekolah

Bagikan berita
Siswa di daerah bencana, masih ada yang belajar di tenda. Jelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027, Satgas PRR menargetkan tak ada lagi yang belajar di tenda. (humas)
Siswa di daerah bencana, masih ada yang belajar di tenda. Jelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027, Satgas PRR menargetkan tak ada lagi yang belajar di tenda. (humas)

JAKARTA (6/6/2026) - Percepatan penyediaan ruang belajar menjadi salah satu prioritas pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan tidak ada lagi siswa yang menjalani kegiatan belajar mengajar di tenda darurat saat tahun ajaran baru dimulai pada Juli 2026.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat, sebanyak 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Namun, proses pembelajaran saat ini telah berjalan 100 persen dengan mayoritas siswa kembali belajar di sekolah asal masing-masing.

Dari total tersebut, sebanyak 4.828 sekolah sudah melaksanakan kegiatan belajar di sekolah asal, sementara sebagian kecil lainnya masih belajar di kelas darurat, tenda, maupun menumpang di sekolah lain.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemerintah terus memprioritaskan percepatan pemulihan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang masih berada di zona merah dan membutuhkan relokasi.

“Kemudian proses pembelajaran berjalan, tapi dari 4.922 ada beberapa sekolah yang ada di tenda dan terutama di daerah merah yang harus relokasi, ini sedang kita bicarakan mengenai kesiapan tempat untuk relokasinya.”

“Kemudian ada juga yang menumpang di sekolah lain, ada juga yang di kelas darurat, itu ada beberapa. Tapi mayoritas sudah di sekolah masing-masing,” kata Tito.

Di Aceh, dari total 3.120 sekolah terdampak, sebanyak 3.056 sekolah telah kembali belajar di sekolah asal, sementara 34 sekolah masih menggunakan kelas darurat, 26 sekolah berada di tenda, dan empat sekolah menumpang.

Kondisi serupa terjadi di Sumatera Utara dengan 1.133 dari 1.149 sekolah sudah belajar di lokasi asal.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini