Sedangkan di Sumatera Barat, sebanyak 639 dari 653 sekolah telah kembali beroperasi normal di sekolah masing-masing.
Satgas PRR bersama Kemendikdasmen saat ini mempercepat pembangunan ruang kelas darurat bagi sekolah yang masih belajar di tenda, khususnya sekolah yang masih menunggu kepastian lahan relokasi.
Targetnya, pada tahun ajaran baru mendatang tidak ada lagi siswa yang belajar di tenda, minimal seluruhnya telah berpindah ke fasilitas sekolah darurat yang lebih layak dan aman.
Upaya pemulihan pendidikan juga diperkuat melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
Hingga 18 Mei 2026, sebanyak 3.087 sekolah di tiga provinsi telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp2,98 triliun.
Dari jumlah itu, sebanyak 2.988 sekolah telah menerima penyaluran dana tahap pertama senilai Rp2,03 triliun.Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui dua skema, yakni swakelola oleh sekolah untuk 2.820 satuan pendidikan serta kolaborasi dengan TNI AD untuk 267 sekolah dengan kategori rusak berat dan relokasi.
Selain itu, sebanyak 223 sekolah lainnya juga masih berada dalam proses penyaluran bantuan dengan nilai mencapai Rp83,3 miliar.
Melalui percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pendidikan ini, Satgas PRR menargetkan pemulihan tidak hanya memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan bagi siswa di wilayah terdampak bencana. (*)
Editor : Al Mangindo