Ia menilai, Kopseda belum memaksimalkan sejumlah peluang usaha, terutama pengadaan alat tulis kantor (ATK), perlengkapan kebersihan sekolah, dan kebutuhan penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Kebutuhan itu digunakan sekolah dan guru setiap hari. Jika koperasi mengoptimalkan unit usaha ini, potensi peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) akan semakin besar dan manfaatnya kembali ke anggota,” ujarnya.
Agusli mengajak anggota, menjadikan RAT sebagai momentum evaluasi sekaligus perencanaan.
Menurutnya, transparansi yang sudah terbangun harus dipertahankan, sementara pengurus perlu menyusun program kerja 2026 yang realistis, terukur, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan serta pengembangan usaha.
“Target ke depan harus jelas: meningkatkan SHU, membuka peluang usaha baru, dan mempercepat pelayanan kepada anggota. Koperasi yang kuat akan membantu meningkatkan kesejahteraan anggota. Guru yang sejahtera akan lebih fokus mendidik generasi penerus bangsa,” kata Agusli.Kopseda Kecamatan Pasaman merupakan koperasi pendidikan yang berdiri sejak 1982. Selama lebih dari empat dekade, koperasi ini menjadi wadah ekonomi bagi guru SD di Kecamatan Pasaman dan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan anggota. (*)
Editor : Al Mangindo