Lapas Narkotika Tanjungpinang Gandeng RSJKO Engku Haji Daud Perkuat Layanan Rehabilitasi

×

Lapas Narkotika Tanjungpinang Gandeng RSJKO Engku Haji Daud Perkuat Layanan Rehabilitasi

Bagikan berita
Jajaran Lapas Narkotika Tanjung Pinang Bersama Petugas RSJKO Engku Haji Daud
Jajaran Lapas Narkotika Tanjung Pinang Bersama Petugas RSJKO Engku Haji Daud

BINTAN, Menara Info– Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang terus memperkuat program rehabilitasi bagi warga binaan melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud Provinsi Kepulauan Riau.

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Lapas Narkotika Tanjungpinang, Senin (8/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi pemasyarakatan, khususnya di bidang kesehatan jiwa dan penanganan ketergantungan narkotika.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, mengatakan rehabilitasi merupakan salah satu program penting dalam pembinaan warga binaan yang membutuhkan dukungan berbagai pihak agar berjalan optimal.

"Program rehabilitasi tidak bisa dilaksanakan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar layanan yang diberikan kepada warga binaan semakin berkualitas dan berkelanjutan," ujar Fauzi.

Menurutnya, dukungan dari RSJKO Engku Haji Daud menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan rehabilitasi, terutama dalam aspek kesehatan jiwa dan pemulihan bagi warga binaan yang memiliki riwayat ketergantungan narkotika.

Dalam audiensi tersebut, kedua instansi membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas program rehabilitasi.

Diskusi juga mencakup penguatan layanan kesehatan, pendampingan, serta program pembinaan yang mendukung proses pemulihan warga binaan.

Fauzi menegaskan, sinergi yang terjalin diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi keberhasilan program rehabilitasi di lingkungan pemasyarakatan.

"Kami berharap kerja sama ini dapat menghadirkan layanan rehabilitasi yang lebih komprehensif sehingga proses pembinaan warga binaan berjalan lebih optimal dan berdampak positif bagi mereka saat kembali ke masyarakat," katanya.

Editor : Veby Rikiyanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini