JAKARTA (18/6/2026) - Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan, prioritas utama ke depan adalah memastikan pembangunan infrastruktur permanen berjalan lebih cepat dan terarah agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan aman.
“Jadi tinggal prioritas kita ke depan yang paling utama adalah infrastruktur, mempermanenkan infrastruktur jalan, jembatan, jembatan daerah, jalan daerah yang belum banyak yang belum tersentuh itu yang harus dikerjakan, entah oleh pemda atau diambil alih oleh pusat,” kata Tito.
Hal itu disampaikannya, usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurut Tito, sejumlah indikator menunjukkan proses pemulihan berjalan ke arah yang positif. Layanan pemerintahan telah kembali berjalan, aktivitas ekonomi masyarakat mulai pulih, dan kebutuhan penanganan darurat terus berkurang seiring membaiknya kondisi di berbagai wilayah terdampak.
Di sektor kesehatan, seluruh rumah sakit yang terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini telah kembali beroperasi sepenuhnya.
Sementara itu, layanan puskesmas yang sempat terdampak juga terus diperkuat agar masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai.Kemajuan serupa terlihat pada sektor pendidikan. Dari ribuan sekolah yang terdampak bencana, sebagian besar telah kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Meski masih terdapat sejumlah sekolah yang memanfaatkan fasilitas darurat atau menunggu proses relokasi, upaya pemulihan terus dilakukan agar para siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih aman dan layak.
Di sisi lain, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak juga hampir rampung. Berdasarkan data terbaru Satgas PRR, sebanyak 20.104 unit huntara telah terbangun atau mencapai sekitar 97 persen dari total kebutuhan 20.674 unit.
“Laporan dari rapat Selasa lalu, para bupati terutama Aceh Timur kemudian di Aceh Utara menyatakan tidak ada lagi yang tinggal tenda termasuk Aceh Tamiang,” ujar Tito.
Editor : Al Mangindo