Namun, Syahrial menegaskan, rencana tersebut masih berada pada tahap kajian teknis dan belum masuk tahap pelaksanaan fisik.
"Untuk saat ini masih dalam tahap kajian teknis oleh pihak Korea Selatan. Jadi, untuk jadwal pelaksanaannya belum ditentukan," jelasnya.
TPA Aia Dingin sendiri saat ini menerima sekitar 600 hingga 700 ton sampah setiap hari.
Dari jumlah tersebut, pengolahan sampah yang berjalan baru mencakup sebagian kecil, terutama untuk pemanfaatan sebagai pakan ternak dan pembuatan kompos dari sampah organik.
Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah yang lebih luas, termasuk pemanfaatan gas metan sebagai sumber energi terbarukan.
Syahrial mengatakan, pihak pengelola TPA Aia Dingin menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Pemerintah Kota Padang juga terbuka terhadap peluang investasi di sektor pengelolaan dan pemanfaatan sampah."Kami sangat terbuka dan sangat mengharapkan kehadiran investor, baik di bidang pengolahan maupun pemanfaatan sampah," tuturnya.
Ia berharap kajian yang dilakukan tim Korea Selatan dapat menghasilkan skema pengelolaan yang tepat sehingga potensi gas metan dari sampah di TPA Aia Dingin tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah berupa energi bagi masyarakat dan daerah.(*)
Editor : Veby Rikiyanto