Fajar yang juga Dewan Pembina Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (Pengda JMSI) Sumatera Barat ini mempertanyakan asal-usul sabu dalam jumlah besar yang diselundupkan melalui bandara tersebut.
“Jaringan pasti ada. Ini mesti diungkap. Apalagi, pelaku bukan warga ber-KTP Sumatera Barat,” tegas Fajar.
Penyelidikan tersangka hingga ke Bandar, menurutnya, akan jadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Sumbar.
Selain itu, Fajar Rusvan mendorong pemeriksaan berkala terhadap petugas Bandara Internasional Minangkabau (Angkasa Pura Injourney) untuk menghindari keterlibatan pihak-pihak internal atas kejadian yang seakan berulang.
Pemeriksaan berkala petugas BIM ini dinilai penting mengingat modus penyelundupan sabu terus berkembang dan beberapa kali terdeteksi di jalur yang sama.“Sinergi aparat penegak hukum dengan semua elemen masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba, diharapkan akan menekan angka penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat yang saat ini menempati peringkat keenam nasional,” tutup Fajar. (*)
Editor : Al Mangindo