Karya yang ditampilkan diharapkan dapat menggambarkan kekayaan alam, budaya, sejarah, kuliner, hingga destinasi wisata yang ada di wilayah tersebut.
“Dari lomba ini nantinya, apa yang digambarkan adalah potensi-potensi yang ada di Kecamatan Padang Selatan. Gambar-gambar ini bisa bercerita tentang keindahan alam, budaya, sejarah, kuliner, hingga potensi wisata di Kota Padang kepada masyarakat luas dengan cara yang kreatif, menarik, dan mudah dikenal,” katanya.
Selain menjadi media promosi wisata, Wilman menilai kegiatan tersebut juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.
Menurutnya, seni mural dapat menjadi ruang ekspresi yang positif bagi generasi muda. Pesan-pesan sosial, edukasi, serta nilai budaya dapat disampaikan melalui visual yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ia berharap lomba mural yang untuk pertama kalinya digelar di Kelurahan Mata Air tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Ini merupakan kegiatan perdana, mudah-mudahan tiap tahun bisa melaksanakan kegiatan serupa. Tentunya ini untuk mendorong kreativitas dan juga menyambung silaturahim serta memunculkan motivasi generasi muda kita untuk membangun bersama di Kota Padang,” tutur Wilman.
Lurah Mata Air, Rio Ariesta, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan yang menjadikan ruang publik sebagai kanvas kreatif tersebut.Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat pembangunan Kota Padang yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, kreatif, dan memiliki daya tarik wisata.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan bagi peserta yang berhasil menjadi pemenang lomba.
Pemko Padang terus mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam berbagai program pembangunan kota, termasuk gerakan Padang Rancak, Padang Bersih, Padang Melayani, serta pengembangan dan promosi destinasi pariwisata.
Editor : Veby Rikiyanto