Ia menambahkan, penguatan fiskal juga perlu didukung peningkatan kompetensi tenaga kerja, diversifikasi ekonomi, serta pengembangan sektor-sektor bernilai tambah, termasuk data center.
Menurut Maigus, kapasitas fiskal yang semakin kuat harus mampu memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai program prioritas masyarakat.
"Peningkatan kapasitas fiskal tersebut harus bermuara pada program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan tenaga kerja, bantuan sosial, dan pembangunan infrastruktur," katanya.
Maigus juga menyebut kerja sama QRESTO sebagai momentum bagi Pemko Padang untuk memperluas penerapan inovasi digital sekaligus berbagi pengalaman dengan pemerintah kota lainnya.
Digitalisasi pengelolaan pendapatan, lanjutnya, harus diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan efektivitas penerimaan, tetapi juga memastikan proses pengelolaan pajak berlangsung transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Wali Kota Medan yang juga Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan Seminar Rembuk Fiskal merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) I APEKSI di Kota Banda Aceh pada April 2026 yang menghasilkan Program Kerja Tahun 2026.
Menurut Rico, forum tersebut penting untuk memperkuat kerja sama antarpemerintah kota sekaligus mengoptimalkan potensi fiskal daerah melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik."Kami berterima kasih atas penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Duplikasi Aplikasi QRESTO sebagai tindak lanjut Kesepakatan Bersama 24 pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI," ujar Rico.
Ia menjelaskan, QRESTO merupakan inovasi digital yang memisahkan omzet usaha dan kewajiban pajak sejak transaksi, memantau transaksi secara real-time, serta memastikan penerimaan pajak tercatat dan disetorkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada hari yang sama.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI semakin adaptif dalam mengelola potensi pendapatan daerah.
Editor : Veby Rikiyanto